BANJARMASIN – Dalam upaya memperkuat keunggulan lulusan dan menjawab tantangan pelayanan kesehatan modern yang semakin holistik, Program Studi Sarjana Kebidanan Fakultas Kesehatan Universitas Sari Mulia (UNISM) sukses menyelenggarakan Workshop Asuhan Komplementer dalam Kebidanan.
Kegiatan yang berlangsung secara hybrid (online dan offline) di Aula Gedung A Universitas Sari Mulia ini menghadirkan jajaran narasumber pakar dan praktisi terkemuka di bidang terapi komplementer.
Inovasi Pelayanan Kebidanan Holistik
Penerapan terapi komplementer kini menjadi salah satu tren dan kebutuhan penting dalam dunia kebidanan modern untuk mendukung kesehatan ibu dan anak secara menyeluruh. Workshop ini dirancang khusus untuk membekali peserta dengan pengetahuan mendalam serta keterampilan praktis yang aplikatif.
Materi workshop mencakup tiga fokus utama yang dibawakan oleh para ahli di bidangnya:
-
Akupresur dalam Kebidanan
Disampaikan oleh Azzis Sodikin, fokus pada teknik penekanan titik-titik akupuntur untuk membantu mengurangi rasa nyeri, merangsang stimulasi persalinan, serta memperlancar produksi ASI.
-
Hipnoterapi dalam Kebidanan
Materi komprehensif disajikan oleh dua praktisi hipnoterapi kebidanan, Ninik Chistiani, SST., M.Kes., CH.t., CI., CT., MHT., CMM., CTT dan Chichik Nirmasari, SST., M.Kes., CMH., CHt.CI., CPHT. Peserta dibekali teknik hypnobirthing dan pemberdayaan pikiran untuk menciptakan pengalaman persalinan yang minim rasa sakit, tenang, dan nyaman.
-
Herbal dalam Kebidanan
Materi pemanfaatan bahan alam yang aman disajikan oleh apt. Walid Adriasyah, M.Farm., M.I.Kom., C.Herbs, memberikan wawasan mengenai fitoterapi dan penggunaan obat berbasis herbal yang terbukti aman secara klinis untuk kesehatan reproduksi wanita.
Mendukung Capaian Pembelajaran dan Profil Lulusan Unggul
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga kesempatan untuk melakukan simulasi dan praktik langsung sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku.
Ketua Program Studi Sarjana Kebidanan UNISM menegaskan bahwa penguasaan asuhan komplementer merupakan nilai tambah (added value) yang sangat krusial bagi calon bidan masa depan.
“Kebidanan komplementer bukan sekadar tren, melainkan pendekatan holistik yang memadukan keilmuan modern dengan terapi alami teruji. Kami berkomitmen untuk terus mencetak lulusan bidan yang inovatif, kompeten, dan siap memberikan pelayanan terbaik berorientasi pada kenyamanan pasien,” ungkapnya.
Dengan terselenggaranya workshop ini, diharapkan seluruh peserta mampu mengintegrasikan ilmu terapi komplementer dalam praktik kebidanan sehari-hari, melahirkan bidan yang tidak hanya profesional dan unggul, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat.
Penulis/Editor: Tim Media & Informasi Prodi Sarjana Kebidanan UNISM
Website: s1kebidanan.unism.ac.id
